anggidetyas

just a little blog :)

Otoriter vs Demokratis February 26, 2013

Filed under: college — anggidetyas @ 10:43 pm
Tags: , ,

obama-khadafiobama-khadafi

 

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Ada beberapa aspek yang terkait dengan kepemimpinan, yaitu :
Kekuasaan

Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Kekuasaan seringkali dipergunakan silih berganti dengan istilah pengaruh dan otoritas.

Pengaruh

Pengaruh sebagai inti dari kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah sikap, perilaku orang atau kelompok dengan cara-cara yang spesifik.

Konflik

Konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana sebuah usaha dibuat dengan sengaja oleh seseorang atau suatu unit untuk menghalangi pihak lain yang menghasilkan kegagalan pencapaian tujuan pihak lain atau meneruskan kepentingannya.

 

Ada dua macam gaya kepemimpinan yaitu Demokrasi dan Otoriter

1.      Demokrasi

Demokrasi adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

Kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap kelompok/organisasi. Gaya kepemimpinan demokratis diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai pelindung dan penyelamat dan perilaku yang cenderung memajukan dan mengembangkan organisasi/kelompok.

Hakikat demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dan sistem demokrasi adalah suatu sistem yang berpusat pada rakyat. Dan tentu, dalam sistem ini, rakyatlah yang menjadi aktor utama. Mulai dari pemilihan presiden, gubernur, bahkan camat sekalipun, dipilih oleh rakyat. Dari sistem demokrasi ini, rakyat diberikan ruang yang sangat luas untuk berekspresi dan menyampaikan aspirasi dan mengakses informasi secara terbuka luas. Sehingga rakyat bebas untuk berasosiasi dengan segala ras tanpa memandang strata sosial. Karena tujuan dari sistem demokrasi adalahmembentuk kewarganegaraan yang inklusif.

Henry B. Mayo (Budiardjo, 2003) mengatakan bahwa ada beberapa kriteria demokrasi.

Pertama;penyelesaian perselisihan dengan damai dan melembaga. Yaitu mengusung musyawarah dalam penyelesaian masalah.

Kedua;pergantian pemimpin secara teratur. Dalam sistem demokrasi, seorang presiden diberikan batasan waktu dalam memimpin agar sistem kepemimpinan berjalan secara dinamis. Kemudian dalam sistem demokrasi, kekerasan dibatasi. Sistem demokrasi tidak akan berjalan efektif apabila didalam masyarakat yang multikultural tidak dapat menerima perbedaan. Sebab, sitem demokrasi tidak mungkin bisa terlaksana sesuai tujuan tanpa adanya rasa persatuan antar masyarakat.

Morlino(2004)pernah mengingatkan bahwademokrasi yang baik harus memenuhi tiga kualitas.

Pertama;kualitas hasil. Artinya, pemerintahan yang memiliki legitimasi dapat memuaskan warga Negara.

Kedua;kualitas isi atau substansi. Dalam kualitas isi, warga Negara memiliki kebebasan dan kesetaraan.

Ketiga;kualitas prosedur. Warga Negara memiliki kebebasan untuk memeriksa dan mengevaluasi bagaimana pemerintah mencapai tujuan-tujuan kebebasan dan kesetaraan sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

Ciri-ciri kepemimpinan demokratis:

  • perlindungan hak asasi manusia , menjunjung tinggi hukum , tunduk terhadap kemauan orang banyak , tanpa mengabaikan hak golongan kecil agar tidak timbul diktator mayoritas
  • bersumber pada “ kehendak rakyat “dan bertujuan untuk menyampaikan kebaikkan atau kemaslahatan bersama, untuk itu demokrasi selalu berkaitan dengan persoalan perwakilan kehendak rakyat.
  • Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
  • Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
  • Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.

 

Sistem Politik Demokrasi

  • Adanya pembagian kekuasaan
  • Pemerintahan konstitusional atau berdasarkan hukum
  • Pemerintahan mayoritas
  • Pemilu bebas atau demokratis
  • Parpol lebih dari satu
  • Managemen terbuka
  • Pers bebas
  • Perlindungan terhadap HAM dan adanya jaminan Hak minoritas
  • Peradilan bebas tidak memihak
  • Penempatan pejabat pemerintahan dengan Merit sistem
  • Kebiaksanaan pemerintah dibuat badan perwakilan politik tanpa paksaan
  • Konstitusi atau UUD yang demokratis.
  • Penyelesain masalah secara damai melalui musyawarah atau perundingan

Keuntungan Sistem Demokratis :

  • Adanya persamaan dan kebebasan politik.
  • Tidak ada stratifikasi ekonomi materil atau moril.
  • Bersatu dalam perbedaan.
  • Distribusi kekuasaan yang relative merata ada pada presiden atau perdana mentri.
  • Kewenangannya adalah rule of law dan konstitusional
  • Rakyat ambil bagian secara aktif atau mekanisme pasar.
  • Terjadi Kebebasan PERS.
  • orang yang memimpin dengan tata cara memimpin demokratis, biasanya memiliki kepribadian halus, dan berjuang untuk rakyatnya.
  • pemimpin dengan tata cara kepemimpinan demokratis biasanya di dukung penuh oleh masyarakat, karena pemimpin yang demokratis lebih mengerti apa yang rakyatnya atau orang-orang yang di pimpinnya inginkan.
  • orang yang di anggap sebagai pemimpinnya bisa mendapatkan ide-ide, solusi-solusi, walaupun pemimpin itu yang tetap harus memutuskan segalanya.
  • Adanya pemilihan Umum untuk menentukan siapa saja yang bisa menjadi wakil rakyat dan Presiden.

Kerugian SistemDemokratis :

  • Masyarakat menjadi terlalu bebas mengeluarkan pendapat sehingga kurang ada sikap saling menghormati satu sama lain.
  • banyak menimbulkan pro dan kontra terhadap suatu keputusan yang kan di ambil.
  • serangan-serangan dari luar maupun dalam, serangan ini bukan berbentuk fisik, namun mental dan pola pikir sang pemimpin.
  • rumor-rumor yang di sebarkan dalam tubuh kepemerintahan rezim demokratis adalah cara paling ampuh pertama setelah penyebaran pola pikir kepada orang-orang yang dipercaya oleh pemimpin itu untuk berbuat KKN
  • pemimpin yang demokratis lebih longgar dari otoriter, maka dari itu, Democratizme bisa lebih cepat hancur dari pada rezim otoriter, jika sang pemimpin, tidak peka terhadap orang-orang yang menjadi kepercayaannya untuk memimpin bersamanya memajukan rakyat atau orang-orang yang dipimpinnya.

 

Ada beberapa bagian dalam demokrasi yaitu :

Demokrasi Langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan.Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.

Kelebihan dan Kekurangan dari Demokrasi Langsung

  • Menjamin kendali warga negara terhadap kekuasaan politik
  • Sulit dioperasikan pada masyarakat yang berukuran besar
  • Mendorong warganegara meningkatkan kapasitas pribadinya; misalnya meningkatkan kesadaran politik, meningkatkan pengetahuan pribadi dll
  • Menyita terlalu banyak waktu yang diperlukan warganegara untuk melakukan hal-hal lain; dan karenanya bisa menimbulkan apatisme
  • Membuat warganegara tidak tergantung pada politisi yang memiliki kepentingan sempit
  • Sulit menghindari bias kelompok dominan
  • Masyarakat lebih mudah menerima keputusan yang sudah dibuat
  • Masyarakat lebih dekat dengan (konflik) politik dan karenanya berpotensi melahirkan kehidupan bersama yang tidak stabil

Demokrasi Perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka

Kelebihan dan Kekurangan dari Demokrasi Perwakilan

  • Lebih mudah diterapkan dalam masyarakat yang lebih kompleks
  • Jarak yang jauh dari proses pembuatan kebijakan yang sesungguhnya bisa membuat masyarakat bisa menolaknya ketika hendak diterapkan
  • Mengurangi beban masyarakat dari tugas-tugas membuat, merumuskan dan melaksankan kebijakan bersama
  • Mudah terjebak dalam kepentingan para wakil rakyat yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat
  • Memungkinkan fungsi-fungsi pemerintahan berada di tangan-tangan yang lebih terlatih
  • Demokrasi perwakilan menghadapi persoalan waktu dan jumlah seperti yang dihadapi demokrasi langsung
  • Cenderung menciptakan politik yang stabil karena menjauhkan masyarakat dari (konflik) politik; dan karenanya mendorong kompormi

Demokrasi Permusyawaratan

bentuk demokrasi yang menggabungkan aspek partisipasilangsung dan bentuk demokrasi perwakilan

Kelebihan dan Kekurangan dari Demokrasi Permusyawaratan

  • Memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan; tanpa mendekatkan mereka dengan (konflik) politik
  • Dalam praktiknya permusyawaratan sulit menghindari kecenderungan elitisme
  • Mendorong warganegara untuk selalu memiliki kesadaran politik yang tinggi dan selalu memperkaya diri dengan pengetahuan tentang perkembangan masyaraktnya
  • Sulit mengharapkan setiap warganegara memiliki kepedulian politik yang sama dan setara
  • Mendorong warganegara untuk selalu memikirkan kepentingan bersama
  • Memerlukan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan sarana komunikasi yang modern

Mengamati aplikasi dari sistem demokrasi yang ada di Indonesia saat ini, maka sistem demokrasi bukanlah solusi kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Menurut Plato, sebuah negara yang terdapat undang-undang dasar, maka bentuk negara yang paling buruk adalah demokrasi. Sebab, apabila undang-undang yang dibuat oleh seorang pemimpin akan sangat beresiko terjadi penyelewengan undang-undang. pelaksanaannyapun tidak akan berjalan sesuai tujuan, karena otoritas pemimpin tidaklah maksimal. Hal ini cenderung terjadi manipulasi oleh sebagian kaum medioker.

 

2.      Otoriter

Otoriter biasa disebut juga sebagai paham politik otoritarianisme adalah bentuk pemerintahan yang bercirikan oleh penekanan kekuasaan hanya ada pada negara tanpa melihat derajat kebebasan individu. sistem politik ini biasanya menentang demokrasi dan kuasaan pemerintahan pada umumnya diperoleh tanpa melalui sistim demokrasi pemilihan umum. Kepemimpinannya dilakukan oleh seorang pemimpin dengan perilaku otoritee dimana kekuasaan berada di tangan satu pihak saja. Pemimpin otoriter (diktator) dalam praktik memimpin ia mengutamakan kekuasaan (power). Seorang pemimpin bertipe otokratis menganggap dirinya adalah segala-galanya (people centered) Egonya kokoh menyatakan bahwa dirinya adalah pusat kekuasaan dan kewenangan sehingga ia berhak menjadikan anak buah sesuai dengan kehendaknya.

Perilaku memimpin akan menampakkan ciri kepemimpinannya antara lain :

  • Pemimpin jenis otokratis biasanya sangat perhatian terhadap efisiensi dan efektivitas kerja
  • Memegang kewenangan mutlak (bersikap adigang, adigung dan adiguna).
  •  Kuasa dipusatkan pada diri pemimpin (aji mumpung)
  •  Merumuskan sendiri ide, rencana dan tujuan.
  • Memilih kebijakan sendiri.
  • Menetapkan keputusan sendiri.

Sistem Politik Otoriter :

  • Pemusatan kekuasaan pada satu atau sekelompok orang.
  • Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusional
  • Negara berdasarkan kekuasaan
  • Pembentukan pemerintahan tidak berdasar musyawarah, tetapi melalui dekrit
  • Pemilu tidak demokratis. pemilu dijalankan hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa atau pemerintah negara
  • Sistem satu partai politik atau ada beberapa parpol tapi hanya ada satu porpol yang memonopoli kekuasaan
  • Menejemen pemerintahan tertutup
  • Tidak ada perlindungan HAM , hak monoritas ditindas
  • Pers tidak bebas dan sangat dibatasi
  • Badan peradilan tidak bebas dan bisa diintervensi oleh penguasa

Keuntungan Sistem Otoriter :

  • Presiden memiliki kekuasaan Penuh atas semua perintahnya.
  • Tidak ada persamaan dan kebebasan politik.
  • Sama rata dan sama rasa dalam kebutuhan materil.
  • Identitas bersama bersifat sakral dan ideology sebagai agama politik.
  • Hubungan kekuasaan Monopoli , sentral tunggaldan non konsensus ada pimpinan partai.
  • Legitimasi kewenangannya totaliter ,doktriner dan paksaan.
  • Konflik dalam masyarakat cenderung berkurang karena adanya pengawasan hal-hal yang dianggap dapat menggoncangkan masyarakat
  • Mudah membentuk penyeragaman/integritas dan konsensus yang diharapkan khususnya secara umum pada negara sedang membangun yang memerlukan kestabilan.
  • sang pemimpin dapat mengatur sepenuhnya, kegiatan, perilaku, dan lain-lain dari orang yang di pimpinnya, kepemimpinan otoriter biasanya tahu apa yang harus di lakukan terlebih dahulu dalam mencapai tujuannya, dan tahu yang mana, yang baik dan yang mana tidak bagus dalam kepemimpinan-nya


Kekurangan Siste
m Otoriter :

  • Tidak ada kebebasan Pers.
  • Segala keputusan baik yudikatif atau pun legislative harus di tentukan oleh presiden.
  • Legitimasi kewenangannya totaliter ,doktriner dan paksaan.
  • Adanya penekanan terhadap keinginan untuk bebas mengemukakan pendangan/ pendapat
  • Mudah terjadi pembredelan penerbitan media yang cenderung menghancurkan suasana kerja dan lapangan penghasilan yang telah mapan.
  • kepemimpinan otoriter muncul dari rakyatnya atau orang yang dipimpinnya, biasanya pemimpin yang menggunakan tata cara otoriter, lebih bersikap agresif dan keras, bahkan untuk sebagian pemimpin ada yang non-manusiawi.
  • pemimpin dengan cara otoriter, lebih banyak di benci, karena kepemimpinannya yang sewenang-wenang, dan karena tata cara itu, akan banyak muncul pemberontakan-pemberontakan dari rakyatnya, namun berhasilnya atau tidak, munculnya pemberontakan itu atau tidak, tergantung bagaimana, pemimpin yang otoriter itu mengendalikan dan mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya
  • Tertutupnya kesempatan untuk berkreasi.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s